Sebagai orang tua, melihat berat badan bayi yang stagnan atau di bawah kurva pertumbuhan tentu membuat khawatir. Banyak Belmoomy yang bertanya-tanya, “Makanan apa yang bisa menaikkan berat badan bayi dengan cepat?”
Yang perlu dipahami adalah menaikkan berat badan bayi bukan sekadar soal kuantitas makanan, melainkan tentang kepadatan nutrisi. Artinya, setiap suapan yang masuk ke mulut si kecil harus kaya akan kalori, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral yang mendukung tumbuh kembang optimal mereka.
Dalam artikel ini, kami akan merekomendasikan 10 makanan penambah berat badan bayi terbaik yang tidak hanya tinggi kalori, tapi juga padat gizi. Cocok untuk MPASI penambah BB yang sehat dan alami.
Mengapa Berat Badan Bayi Penting?
Berat badan adalah salah satu indikator penting kesehatan dan pertumbuhan bayi. Pada tahun pertama kehidupan, bayi mengalami pertumbuhan paling pesat, berat lahir mereka umumnya akan berlipat tiga kali pada usia 1 tahun.
Berat badan yang ideal menunjukkan bahwa:
- Bayi mendapatkan cukup kalori dan nutrisi untuk perkembangan otak, otot, dan organ tubuh
- Sistem imun bayi kuat dan mampu melawan infeksi
- Cadangan energi tersedia untuk aktivitas dan eksplorasi mereka sehari-hari
Namun, berat badan rendah bukan selalu berarti bayi tidak sehat. Yang lebih penting adalah melihat konsistensi pertumbuhan mereka di kurva pertumbuhan WHO dan memastikan mereka mendapat asupan gizi seimbang.
Jika dokter anak menyarankan untuk meningkatkan berat badan bayi, inilah saatnya Belmoomy fokus pada makanan padat nutrisi.
Baca juga: Makanan Tinggi Kalsium untuk Dukung Pertumbuhan Bayi
10 Makanan Penambah Berat Badan Bayi Terbaik

1. Telur (Terutama Kuning Telur)
Telur adalah sumber protein berkualitas tinggi dan mengandung kolin yang sangat penting untuk perkembangan otak bayi. Kuning telur khususnya kaya akan lemak sehat, vitamin A, D, E, dan K yang larut dalam lemak.
Tips: Satu butir telur sehari bisa memberikan dorongan protein dan kalori yang signifikan untuk MPASI penambah BB.
7. Keju
Keju adalah salah satu makanan penambah berat badan bayi yang paling efektif dan disukai anak-anak. Keju kaya akan kalsium, protein, lemak sehat, dan vitamin B12 yang penting untuk pertumbuhan tulang dan otot.
Pilih keju yang dipasteurisasi dan hindari keju jenis blue cheese atau keju mentah untuk bayi. Mulai dengan porsi kecil (1-2 sendok teh parutan keju) dan perhatikan reaksi alergi.
Keju bisa menjadi “game changer” dalam MPASI penambah BB karena kombinasi protein, lemak, dan kalsiumnya yang sempurna untuk mendukung pertumbuhan bayi yang optimal.
Baca juga: Tips Memilih Keju untuk MPASI
3. Alpukat
Buah satu ini adalah primadona MPASI! Alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal yang sangat baik untuk perkembangan otak dan penambahan berat badan bayi.
Dengan tekstur lembut dan rasa yang creamy, alpukat mudah diterima bayi sejak awal MPASI. Kandungan kalorinya cukup tinggi, sekitar 160 kalori per 100 gram.
4. Daging Sapi/Ayam
Protein hewani adalah driver utama pertumbuhan bayi. Daging merah seperti sapi kaya akan zat besi heme yang mudah diserap tubuh, sementara daging ayam lebih rendah lemak tapi tetap tinggi protein.
Protein hewani untuk bayi sangat penting karena mengandung asam amino esensial lengkap yang dibutuhkan untuk pembentukan sel, otot, dan jaringan tubuh.
Baca juga: Resep Tinggi Protein untuk Anak
5. Ikan (Salmon atau Kembung)
Ikan berlemak seperti salmon dan ikan kembung adalah sumber omega-3 (DHA dan EPA) terbaik untuk perkembangan otak dan penglihatan bayi. Selain itu, lemak pada ikan ini membantu penambahan berat badan secara sehat.
Perhatian: Pilih ikan dengan kandungan merkuri rendah seperti salmon, kembung, atau tongkol. Hindari ikan tuna besar.
6. Santan
Santan adalah “superfood” lokal yang sangat efektif untuk menambah kalori dalam MPASI. Santan mengandung lemak jenuh rantai menengah (MCT) yang mudah dicerna dan langsung diubah menjadi energi.
Untuk bayi, santan bisa menjadi alternatif mudah dan terjangkau untuk meningkatkan kepadatan kalori bubur atau nasi tim. Pastikan santan dimasak hingga matang untuk memudahkan pencernaan bayi.
7. Mentega atau Unsalted Butter
Mentega adalah salah satu cara paling mudah untuk menambah kalori ke dalam setiap makanan bayi tanpa mengubah rasa secara drastis.
Satu sendok teh mentega (sekitar 5 gram) mengandung sekitar 35 kalori dan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata.
Tips: Pilih unsalted butter untuk bayi di bawah 1 tahun karena ginjal mereka belum sempurna dalam memproses natrium.
8. Pisang
Pisang adalah salah satu buah paling padat kalori, sekitar 90 kalori per 100 gram, dan menjadi sumber energi cepat untuk bayi.
Pisang juga kaya akan kalium, vitamin B6, dan serat yang baik untuk pencernaan.
9. Greek Yogurt
Greek yogurt memiliki kandungan protein dua kali lipat dibanding yogurt biasa, membuatnya sangat baik untuk penambahan berat badan bayi.
Yogurt juga mengandung probiotik yang mendukung kesehatan pencernaan dan penyerapan nutrisi.
Kapan boleh memberikan yogurt? Bayi bisa mulai mengonsumsi yogurt sejak 6 bulan, meskipun susu sapi utuh baru boleh diberikan setelah 12 bulan.
10. Tahu & Tempe
Untuk variasi protein, tahu dan tempe adalah sumber protein nabati yang sangat baik. Tempe khususnya mengandung probiotik alami dari proses fermentasi yang baik untuk pencernaan.
Meskipun tidak seprimary protein hewani, tahu dan tempe tetap bisa menjadi pelengkap yang kaya akan kalsium, zat besi, dan magnesium.
Tips: Kombinasikan proveg (protein nabati) dengan prohe (protein hewani) dalam satu porsi makan untuk asupan protein yang lebih lengkap.
Kesalahan Umum Saat Menaikkan Berat Badan Bayi
1. Terlalu Banyak Memberikan Buah dan Sayuran
Buah dan sayuran memang sehat, tapi mereka rendah kalori dan tinggi serat, yang bisa membuat bayi kenyang tanpa mendapat cukup kalori. Prioritaskan protein hewani dan lemak sehat terlebih dulu, baru tambahkan sayuran sebagai pelengkap.
2. Memberi Porsi Karbohidrat Terlalu Banyak
Nasi atau kentang saja tidak cukup untuk menaikkan berat badan secara sehat. Selalu kombinasikan karbohidrat dengan protein hewani, lemak tambahan MPASI (mentega/minyak), dan sayuran.
3. Takut Memberikan Lemak
Banyak orang tua takut memberi lemak karena khawatir bayi obesitas. Padahal, bayi butuh lemak untuk perkembangan otak dan hormon. Berikan lemak sehat dari alpukat, mentega, minyak kelapa, santan, dan keju.
4. Memberi Makan Terlalu Sering dengan Porsi Kecil
Ini bisa membuat bayi ngemil terus tanpa mendapat kalori yang cukup dalam satu waktu makan. Berikan 3 kali makan utama dengan 2 kali snack, dengan porsi yang cukup padat kalori.
5. Tidak Menambahkan “Booster Kalori”
Banyak MPASI yang sebenarnya sudah sehat, tapi kurang kalori. Selalu tambahkan 1-2 sendok teh mentega, minyak kelapa, atau keju parut ke dalam setiap porsi makan.
6. Terlalu Cepat Memberikan Finger Food
Finger food biasanya rendah kalori dan sulit dimakan dalam jumlah banyak oleh bayi. Tetap prioritaskan makanan padat kalori yang disuapi dalam bentuk puree atau bubur hingga bayi berusia 10-12 bulan.
Kesimpulan
Menaikkan berat badan bayi secara sehat membutuhkan strategi yang tepat. Fokus pada makanan padat nutrisi tinggi kalori seperti telur, daging, ikan, alpukat, keju, mentega, dan santan.
Ingat, setiap bayi berbeda. Yang terpenting adalah konsistensi pertumbuhan mereka dan memastikan mereka mendapat gizi seimbang dari protein hewani untuk bayi, lemak sehat, karbohidrat kompleks, serta vitamin dan mineral.
Keju adalah salah satu makanan paling versatile dan efektif untuk MPASI penambah BB, mudah dicampur, disukai bayi, dan padat akan kalsium serta protein yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal.
Baca juga: Rekomendasi Produk Keju untuk MPASI dari BelDisclaimer: Artikel ini bersifat informasi umum. Selalu konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi sebelum membuat perubahan signifikan pada pola makan bayi, terutama jika bayi memiliki kondisi kesehatan khusus atau alergi makanan.
